Kamis, 19 Januari 2012

Sosiologi Ekonomi

A. KONSEP ILMU SOSIOLOGI

Kata sosiologi berasal dari bahasa Latin Socius danLogos. Socius artinya masyarakat dan Logos artinya ilmu. Jadi sosiologi adalah ilmu tentang masyarakat. Para ahli kemudian mencoba memberikan definisi yang lain tentang sosiologi, walaupun pada intinya definisi yang mereka kemukakan tidak berbeda jauh dengan arti secara etimologis. Perbedaannya terletak pada sudut pandang yang dilihat oleh masing-masing pakar/ahli. Ada yang menekankan pada aspek interaksi sosial, struktur sosial dan ada pula yang menekankan pada fakta-fakta sosial, perubahan sosial dan lain sebagainya.

Soerjono Soekanto (1983) mengatakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial, proses sosial termasuk perubahan-perubahan sosial dan masalah sosial. Sementara itu Roucek dan Waren mengatakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok. William F. Ogburn dan Meyer F. Nimkoff mengatakan bahwa sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial. Sedangkan Emile Durkheim mengatakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari fakta-fakta sosial, yaitu fakta-fakta yang berisikan cara bertindak, berfikir dan merasakan yang mengendalikan individu tersebut.

Dari berbagai pendapat para ahli tersebut di atas terlihat bahwa pada umumnya mereka sepakat bahwa sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari mengenai interaksi manusia di dalam kehidupan sosialnya. Sosiologi berfokus pada interaksi manusia , khususnya pada pengaruh timbal balik diantara dua orang atau lebih dalam hal perasaan, sikap, dan tindakan. Dengan kata lain bahwa sosiologi tidak begitu difokuskan pada apa yang terjadi di dalam manusia (area psikologi), melainkan pada apa yang berlangsung di antara manusia.

B. KONSEP ILMU EKONOMI

Ekonomi yaitu ilmu yang mempelajari bagaimana manusia memenuhi kebutuhannya yang tidak terbatas dengan alat pemenuh kebutuhan yang terbatas. Dari pengertian tersebut memunculkan masalah-masalah Ekonomi, motif Ekonomi dan tindakan Ekonomi.

Masalah-masalah Ekonomi memiliki beberapa faktor, antara lain:
•Faktor Ekonomi
•Faktor Sosial-Budaya
•Faktor Fisik
•Faktor Pendidikan

Motif Ekonomi mencakup antara lain; motif internal(autonomous) dan motif eksternal(mobilized), selain itu juga ada motif-motif lainnya, yaitu:
•Memenuhi kebutuhan
•Motif keuntungan
•Motif penghargaan
•Motif kekuasaan
•Motif sosial: yang mencakup tiga poin, yaitu Integrasi sosial, struktur sosial, dan juga status sosial. Integrasi sosial diindikasikan dengan adanya asimilasi, akulturasi, dan kooperasi dimana akan terjadi pembauran nilai-nilai yand ada pada masyarakat.

Dari adanya motif-motif di atas akan menimbulkan tindakan Ekonomi yang di bedakan menjadi 2, yaitu:
•Tindakan Rasional
•Tindakan Irrasional

Berdasarkan teori kebutuhan Maslow, kebutuhan sendiri memiliki beberapa tingkatan, yaitu :
1. Kebutuhan Fisiologis dasar
2. Kebutuhan rasa aman dan tentram
3.Kebutuhan untuk dicintai dan disayangi
4.Kebutuhan untuk dihargai
5.Kebutuhan untuk aktualisasi diri.

C. ILMU SOSIOLOGI EKONOMI DAN PERKEMBANGANNYA

Ilmu Sosiologi Ekonomi oleh Max Weber dan Emile Durkheim didefinisikan sebagai fenomena ekonomi yang dilihat dari perspektif Sosiologi. Smelser menambahkan tentang perspektif sosiologi dari interaksi personal, kelompok, struktur sosial (kelembagaan), dan kontrol sosial( yang terdiri dari sanksi-sanksi, norma-norma, dan yang paling utama adalah nilai-nilai). Sosiologi Ekonomi mempelajari berbagai macam kegiatan yang sifatnya kompleks dan melibatkan produksi, distribusi, pertukaran dan konsumen barang dan jasa yang bersifat langka dalam masyarakat. Yang fokus pada kegiatan Ekonomi, dan mengenai hubungan antara variable-variabel sosiologi yang terlibat dalam konteks non-Ekonomis. Pola dan sistem yang berlaku dalam mekanisme pasar-interaksi Ekonomi yang dilakukan oleh antar individu dan masyarakat-sebenarnya berawal dari hubungan yang sederhana antara individu dan masyarakat (interaksi sosial) dalam rangka mengatasi kelangkaan. Lebih lanjut dijelaskan bahwa, Ekonomi tidak dapat dipisahkan dari aspek sosial. Bahkan aktivitas Ekonomi selalu melekat dalam sosialitas tempat kejadian Ekonomi itu berlangsung.

Meskipun sosiologi juga menempatkan manusia dan masyarakat sebagai objek material bersama dengan Ekonomi namun sosiologi memiliki perangkat dan wilayah analisis yang berbeda dengan ilmu Ekonomi. Sosiologi berusaha memberikan kategorisasi, diferensiasi, simplifikasin dan generalisasi terhadap fakta sosial yang diamati. Dengan demikian dapat disusun variabel-variabel yang dapat dioperasionalisasikan dalam analisis. Elemen-elemen observasinya berupa regularitas, orientasi sosial individu dan kelompok, struktur sosial, sanksi-sanksi, norma-norma, dan nilai-nilai..

Ilmu ekonomi sosiologi mencapai puncaknya pada tahun 1890-1920 dengan tokoh-tokoh klasik, dan juga pada awal 1980an hingga sekarang, di mana tetap menggabungkan antara analisa ekonomi dengan analisa hubungan-hubungan sosial.

Berikut ini adalah beberapa tokoh ahli Ekonomi Sosiologi Klasik antara lain:

1. Karl Marx(1818-1883). Beliau berpendapat daya tarik materi juga menentukan struktur dan proses dalam masyarakat. Poin utama yang di angkat oleh Marx adalah tenaga kerja dan produksi, tiap orang harus bekerja untuk bertahan hidup. Marx sering mengkritik Adam Smith atas teori Invisible Hand-nya.

2.Max Weber(1864-1920). Beliau banyak sekali menghasilkan tulisan-tulisan, seperti yang paling terkenal antara lain The protestant ethic and the spirit of capitalism,dan Economy and Society.

3.Emile Durkheim(1858-1917). Tidak seperti Weber, Emile tidak banyak
mengetahui tentang ilmu ekonomi, tidak banyak membuat tulisan dan tidak memberikan kontribusi yang banyak pada Sosiologi Ekonomi. Pada bukunya The Division of Labor in society yang memiliki banyak keterkaitan pada Sosiologi Ekonomi, di mana pada buku tersebut di sebutkan bahwa perubahan struktur sosial sebagaimana perkembangan masyarakat dari status yang tidak dibedakan pada masa primodialisme untuk sebuah langkah yang dikarakteristikkan dengan pembagian tenaga kerja yang kompleks pada dunia yang modern.

4. Goerg Simmel(1858-1918). Fokus pada analisa-analisa ketertarikan. Biasanya menunjukkan fenomena ekonomi diantara yang lebih luas cakupannya.

Sementara tokoh-tokoh setelah era Klasik antara lain:

1. Joseph Schumpeter(1883-1950).
2. Karl Polanyi(1886-1964).
3. Talcott Parsons(1902-1979).

Sejak masa penerapan ilmu Sosiologi Ekonomi sebagai salah satu pilihan dalam menjelaskan perilaku masyarakat pada umumnya, memberikan manfaat kepada ahli sosiologi pada praktiknya secara luas, selain analisa ekonomi yang sesuai.

0 komentar:

Posting Komentar